Postingan

Menampilkan postingan dari April 5, 2026

“Bukan Sekadar ‘Alhamdulillah’: Syukur yang Hidup dalam Amal dan Sedekah”

Gambar
Suatu ketika saya dibuat kagum oleh sebuah peristiwa sederhana namun sangat membekas. Seorang tenaga medis menitipkan sebuah bingkisan kecil berbentuk tempolong yang dibungkus plastik hitam. Dengan nada pelan ia berpesan, “jangan dibuka di depan banyak orang ya mas.” Rasa penasaran membawa saya untuk membukanya secara perlahan. Ternyata di dalamnya terdapat sebuah kencleng tabungan infak. Saya pun membawanya ke masjid dan membukanya bersama beberapa orang. Betapa terkejutnya kami ketika melihat isinya—uang pecahan lima puluh ribuan yang penuh memenuhi kencleng tersebut. Amanah itu telah saya sampaikan, namun yang lebih dalam dari itu, ada hikmah yang mengetuk hati: ada orang yang diam-diam bersyukur, tanpa ingin diketahui, tanpa ingin dipuji. Dari peristiwa itu, saya mulai merenung bahwa syukur yang sejati sering kali tersembunyi, tidak mencari panggung, dan tidak menjadikan manusia sebagai saksi utama. Padahal, di zaman ini, syukur seringkali terdengar lantang di lisan, te...